Saturday, May 29, 2010

Lagi, Kapal Nelayan Vietnam Ditangkap

Kapal pencuri ikan Vietnam ini ditangkap, Jumat (28/5/2010) petang di perairan Tanjungpandan, Karimata, Kalbar. (Foto: KOMPAS/Agustinus Handoko)

29 Mei 2010, Pontianak -- Nelayan-nelayan Vietnam rupanya tak jera mencuri ikan di perairan Indonesia walaupun sudah banyak yang ditangkap. Satu kapal nelayan Vietnam yang penuh dengan muatan ikan kering olahan kembali ditangkap oleh kapal pengawas.

Kapten Kapal Hiu Macan 005 Yatmono Sutrisno, Sabtu (29/5/2010), mengatakan, kapal dengan 11 awak dan kapten itu ditangkap di sekitar Perairan Tanjungpandan, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Jumat petang.

"Mereka benar-benar punya nyali karena berani mencuri ikan di perairan dalam. Kalau kemarin-kemarin kan di zona ekonomi ekslusif," kata Yatmono.

Anak buah kapal Vietnam yang tertangkap, Duc (50), mengatakan, mereka sudah beroperasi sekitar dua bulan sebelum tertangkap. Ikan-ikan yang dicuri itu langsung diolah dengan cara diasinkan di atas kapal. Ikan-ikan yang dicuri memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti hiu dan pari.

Setelah ditangkap, kapal Vietnam itu ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak. Anak buah kapal akan menjalani karantina di Stasiun PSDKP sambil menunggu proses hukum.

KOMPAS.com

AL Korsel Latihan Anti Kapal Selam

29 Mei 2010 -- Kapal perang Korea Selatan menjatuhkan bom dalam saat latihan anti kapal selam di perairan Taean Kamis (27/05). AL Korsel melakukan latihan anti kapal selam pertama kalinya sejak ditenggelamkannya kapal patroli AL Korsel Cheonan oleh torpedo diduga kuat milik AL Korut. Defense Acquisition Program Administration (DAPA) akan membuka tender pembelian 20 helikopter anti kapal selam baru. AL Korsel mengrounded sementara helicopter anti kapal selam Lynx bulan lalu, setelah dua Lynx mengalami kecelakaan. AL Korsel mengoperasikan 25 Lynx untuk peperangan anti kapal selam dan permukaan. (Foto: Getty Images)


Kapal perang Korsel latihan menembak saat latihan kapal selam. Kandidat helikopter anti kapal selam baru AL Korsel, NH Industries NH90 kandidat terkuat, Sikorsky MH-60, AgustaWestland Future Lynx, Sikorsky S-76 serta helicopter buatan KAI dibantu EADS.
(Foto: Getty Images/Reuters)

Helikopter anti kapal selam produksi NH Industries NH90 milik AL Belanda, salah satu kandidat helikopter anti kapal selam baru AL Korsel. (Foto: NHI)

Surion helikopter produksi KAI dibantu EADS, saat ditampilkan pertama kalinya pada publik. (Foto: DID)

Berita HanKam

Kapal Patroli Korut di Sungai Yalu


29 Mei 2010 -- Kapal patroli Korea Utara sedang berpatroli sepanjang sungai Yalu dekat Dandong di Provinsi Liaoning, Cina Sabtu (29/05). Hubungan Korea Selatan dan Korut menjadi tegang setelah militer Korsel dibantu para penyelidik internasional menemukan bukti pecahan torpedo yang diduga kuat milik militer Korut. (Foto: AP)

Berita HanKam

AK200 Versi Terbaru Kalashnikov


29 Mei 2010 -- Rusia berencana menguji senapan serbu otomatis Kalashnikov model terbaru tahun depan, diungkapkan Presiden Direktur Izhmash Vladimir Grodetsky, Selasa (25/05) diberitakan kantor berita RIA Novosti.

Versi terbaru diberinama AK 200 dikembangkan berdasarkan AK 74M, mempunyai perbedaan dalam berat serta kapasitas magazine AK 200 3,8 kg/30, 50, dan 60 peluru sedangkan AK 47M 3,3 kg/30 peluru.

AK 74 pengembangkan versi pertama senapan serbu Kalashnikov AK 47, diciptakan oleh Mikhail Kalashnikov.

AK 47 menjadi senapan serbu legendaris, digunakan lebih dari 50 angkatan bersenjata serta menjadi senapan favorit kaum pejuang di dunia. Senapan serbu AK 47 dijadikan lambang pada bendera Mozambique.

Venezuela bangun pabrik peluru Kalashnikov

Rusia akan membangun pabrik amunisi berkapasitas lebih 50 juta peluru pertahun di Venezuela.

Pabrik amunisi ini bagian dari kesepakatan pembelian 100,000 senapan serbu AK 103 dan pabrik amunisi guna memproduksi peluru 7,63mm untuk AK 103 antara pemerintah Venezuela dan Rusia pada 2007.

Pabrik amunisi akan dibangun dekat pabrik perakitan AK 103 di negara bagian Aragua, diharapkan mulai berproduksi akhir 2010.

Venezuela telah membelanjakan 4 milyar dolar guna membeli pesawat tempur, helikopter dan senapan serbu buatan Rusia sejak 2005.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan setelah kunjungan kenegaraan ke Venezuela bulan lalu, Venezuela akan menandatangani kontrak persenjataan baru senilai lebih 5 milyar dolar dalam waktu dekat.


RIA Novosti/Berita HanKam

KRI Kala Hitam Tangkap Kapal Motor Bermuatan Pakaian Bekas

Salah satu kapal perang TNI AL, KRI Kala Hitam-828, bergerak dari dermaga Mako Lanal Pontianak di Perairan Kapuas, Pontianak, Kalbar, Jumat (28/5). KRI Kala Hitam-828 yang berada di bawah BKO Guskamlabar, melaksanakan Operasi pengamanan laut bersandi Taring Pari guna menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ed/pd/10)

28 Mei 2010, Pontianak -- Kapal Perang Republik Indonesia Kala Hitam - 828, menangkap satu kapal motor Ratu Pantai yang bermuatan sekitar 1.100 karung besar pakaian bekas serta 300 lembar kasur tanpa dokumen.

Komandan KRI Kala Hitam - 828 Mayor Laut (P) Tubagus Budi Wahyudi di Pontianak, Jumat, menyatakan, KM Ratu Pantai ditangkap saat mengarungi perairan China Selatan atau sekitar Pulau Pejantan, Rabu (26/5) pukul 12.30 WIB.

KRI Kala Hitam saat ini melaksanakan Operasi Taring Pari di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar).

"Saat kami sedang berpatroli tampak kapal motor itu di radar dengan kontak merah dengan membawa muatan tinggi yang tidak lazim," katanya.

Saat diteropong, dengan muatan tinggi seharusnya draf kapal itu akan tenggelam, tetapi draf kapal itu malah justru tinggi, sehingga menimbulkan kecurigaan, kata Tubagus.

"Pada saat akan kami dekati, kapal motor itu bukannya memperlambat, malah mempercepat dan berusaha lari. Melihat reaksi tersebut saya perintahkan untuk melaksanakan peran tempur bahaya permukaan guna menghindari kejadian di luar dugaan," katanya.

Kemudian setelah KM itu berhasil dikejar, personel KRI Kala Hitam melakukan penggeledahan untuk memeriksa kelengkapan dokumen KM itu. Hasilnya KM tersebut memuat sekitar 1.100 karung besar pakaian bekas dan 300 lembar kasur yang tidak disertai dokumen.

Selain itu, KM itu juga tidak dilengkapi surat izin berlayar, sertifikat perangkat radio yang sudah tidak berlaku, tidak memiliki sertifikat garis muat, sertifikat pencegahan pencemaran oleh kapal, jumlah anak buah kapal tidak sesuai daftar ABK yang ada.

"Karena KM itu memuat barang ilegal, maka kami giring ke Pelabuhan TNI Angkatan Laut Pontianak untuk menjalani proses hukum selanjutnya," kata Tubagus.

ANTARA News

Siswa SMA BarunawatiK Kagum Kecanggihan Kapal Perang Amerika

Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sistem menurunkan sauh kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Open ship tersebut digelar dalam rangka latihan bersama (latma) TNI AL dan US Navy dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010). Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

28 Mei 2010, Surabaya -- Wajah para siswa SMA Barunawati memancarkan kekaguman saat menginjakkan kaki di USS Vandergrift kemarin (27/5). Selain berfoto dengan para awak, mereka berkesempatan menjelajahi kapal perang Amerika Serikat yang berlabuh di Dermaga Zamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, tersebut.

Saat kunjungan itu, para siswa didampingi oleh awak USS Vandergrift. Para kru dengan sabar berbagi informasi mengenai seluk-beluk kecanggihan peranti kapal perang tersebut. Kegiatan yang merupakan bagian dari Naval Engagement Activity (NEA) 2010 antara US Navy dan Komando Armada Timur (Koarmatim) itu dimulai sekitar pukul 09.00.

Sebelum memasuki area bersandarnya empat kapal perang Amerika itu, para pengunjung diawasi ketat oleh prajurit Provost TNI-AL (Pomal) dan US Navy. Selain USS Vandegrift, US Navy membuka pintu kapal USS Tortuga bagi siswa sekolah lain yang berkunjung saat itu.

Namun, sekolah lain yang belum sempat mengunjungi kapal perang Amerika tersebut harus gigit jari. Pasalnya, meski membuang jangkar di Surabaya hingga 1 Juni mendatang, mereka hanya mengadakan open ship sehari. Hari ini hingga akhir kegiatan (1 Juni) nanti, kapal perang Amerika itu akan disibukkan berbagai kegiatan. "Ada kapal yang berangkat ke Situbondo untuk latihan perang," ujar Kasubdispenum Dinas Penerangan Koarmatim Mayor Laut Drs Kariono MAP kemarin (27/5).

Dalam open ship itu, Koarmatim dan US Navy membuat pengamanan berlapis. Dermaga Zamrud yang menjadi tempat bersandarnya kapal disterilkan dalam radius sekitar 100 meter. Penjaga dari dua korps angkatan laut itu dilengkapi senjata otomatis. Tidak hanya itu, dua ekor anjing penjaga juga disiagakan. "Permintaannya memang seperti itu," katanya.

Namun, mereka yang belum sempat blusukan ke kapal Amerika bakal mendapatkan ganti. Sebab, hari ini dan besok, korps US Navy akan mengadakan kolaborasi musik bersama TNI-AL. Pertunjukan pertama diadakan di City of Tomorrow (Cito) mulai pukul 13.00. Hari kedua, show pindah ke Supermal Pakuwon Indah pada 29 Mei dan 30 Mei nanti.

JAWA POS

Presiden Akan Tinjau Kapal USNS Mercy di Ambon


29 Mei 2010, Jakarta -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meninjau kapal rumah sakit terbesar milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USNS Mercy T-AH19 yang akan berlabuh di Ambon, Maluku. Kehadiran kapal yang dibanggakan Amerika itu di Ambon tidak lain untuk ikut serta memeriahkan acara Sail Banda 2010 yang digelar sejak 27 Juli hingga 8 Agustus.

"Pada puncak acara yang digelar pada 3 Agustus 2010, seluruh kapal rumah sakit dari lima Negara akan berlabuh di pelabuhan utama Ambon, pelabuhan Yos Sudarso. Dan saat itulah Presiden akan mengadakan tur ke seluruh kapal untuk inspeksi," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Kesra sekaligusb Ketua Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia Prof Dr Indroyono Soesilo, di Jakarta, Kamis (27/5).

Kapal USNS Mercy dijadwalkan tiba di Ambon pada 29 Juli 2010.

Menurut Prof Indroyono, kapal itu nantinya akan ikut dalam program Operasi Surya Baskara Jaya di Maluku, yang merupakan bagian dari rangkaian acara Sail Banda 2010. Selain Amerika, ada pula kapal rumah sakit milik Indonesia sendiri KRI dr Soeharso, satu unit landing ship tank (LST) milik Singapura, dan dua unit landing craft heavy (LCH) milik Australia. Selain Amerika, Australia dan Singapura, rencanya Malaysia dan Selandia Baru juga akan turut serta.

JURNAS

A400M to Make It First Public Appearance at ILA Berlin Air Show 2010


26 May 2010 -- Visitors will be able to get an exclusive first glimpse of the A400M, the all-new airlifter for the 21st Century and Airbus Military’s latest development, at the ILA Berlin Air Show taking place at Schönefeld Airport from June 8th to 13th.

The airlifter, which is capable of performing short range tactical, longer range strategic and tanker missions, will be on static and flying display during the first two days of the airshow, leaving on the 10th June.

It will be just one part of a major contribution by Airbus, which is celebrating its 40th anniversary of ongoing innovations, to the ILA Berlin Air Show, From June 11th, the “new Queen of the Skies”, the A380, will take over. During the A380 flying display you will be able to experience the unique quietness of this all-new eco-efficient airliner – a true good neighbour for each and every airport.

Airbus and Airbus Military will be present at the EADS Chalet (17-23) to welcome guests.


Media will be welcomed in the EADS Press Chalet (24-25).

On the EADS stand (Hall 7), visitors can learn more about Airbus and Airbus Military products and innovations. They will find an interactive tool featuring all Airbus commercial aircraft family products including Airbus Military’s, as well as a cut-away model of the A320P2F (Passenger to Freighter conversion).

A full scale cross section of an A400M fuselage and a full scale mock-up of the A350 XWB’s cabin housing an audio-visual theatre showing Airbus’ latest innovations “shaping efficiency” are also on display. Airbus experts and specialists will be available to discuss innovations at the Forum on the stand.

Throughout the ILA week Airbus will be holding events designed to give students and recent graduates in an aerospace, engineering or an engineering-related business discipline the chance to discuss career opportunities at Airbus.

For the latest update on market trends, on Wednesday 9th June at 10:00, Airbus will hold a press conference starting at 10.00, in room A in the Press Centre, followed by an Airbus Military press briefing. Commercial announcements can be expected during the course of the week.

AIRBUS MILITARY

Kapal "D-Day" Normandia Teronggok di Priok...

KRI Teluk Tomini bernomor lambung 508 bersandar di Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/5). (Foto: KOMPAS/Wisnu Widiantoro)

29 Mei 2010 -- Matahari menyengat di sudut barat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis tengah hari awal Mei lalu, memancar lurus di atas kapal-kapal perang tua yang ditambatkan berderet di tepi dermaga Komando Lintas Laut Militer di tengah riuh bongkar muat pelabuhan. Nyaris terabaikan, itulah nasib kapal-kapal landing ship tank tua milik TNI AL yang pernah berjasa dalam Perang Dunia II saat pendaratan Sekutu di Normandia, Perancis, tahun 1944 hingga mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia akhir 1990-an.

Salah satu landing ship tank (LST) legendaris tersebut adalah KRI Teluk Tomini 508 yang dibuat di galangan kapal Charleston, Negara Bagian Karolina Selatan, Amerika Serikat, tahun 1942 dan diberi nama USS Bledsoe County. Dalam data yang diberikan Kepala Dinas Penerangan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Letnan Kolonel Laut (Kh) Agus Cahyono disebutkan, KRI Teluk Tomini alias USS Bledsoe County pernah terlibat sejumlah operasi penting dalam Perang Dunia II.

Kiprahnya diawali dengan pelayaran dari galangan kapal Angkatan Laut AS pada 19 Maret 1943, USS Bledsoe County tiba di Dakar, Senegal, yang berada di bawah kekuasaan pemerintahan Perancis, General Charles de Gaulle yang pro-Sekutu. Dari sana, Bledsoe County bergerak ke kota-kota pelabuhan magribi (Maroko, Aljazair, dan Tunisia) sebelum terlibat dalam Operasi Husky, yakni invasi Sekutu ke Sisilia pada 10 Juli 1943. Sejumlah lokasi pendaratan antara lain Scoglitti, Gela, dan Palermo. Operasi berlanjut ke daratan Italia dengan pendaratan di Salerno.

Selepas invasi ke Sisilia, Bledsoe County diberangkatkan ke Inggris dalam persiapan Operasi Overlord, yakni operasi amfibi terbesar dalam sejarah umat manusia berupa serbuan ke pantai Normandia, Perancis barat laut.

”Kapal ini pernah terlibat dalam operasi pendaratan Sekutu di Normandia. Personel militer Amerika yang pernah berkunjung ke Kolinlamil mengagumi bahwa masih ada kapal-kapal LST eks Perang Dunia II yang dioperasikan TNI AL,” ujar Komandan KRI Teluk Tomini Mayor Laut (P) Syaekhul Anwar yang ditemui di Ruang Perwira (Officer Room) LST yang berusia 67 tahun itu.

USS Bledsoe County mendaratkan muatan di pantai Sword, bagian dari wilayah operasi pasukan Inggris. Secara keseluruhan, kapal itu melakukan 39 sortie dari Inggris ke Normandia selama rangkaian Operasi Overlord. Beberapa kali kapal itu menjadi bulan-bulanan serangan artileri pantai Jerman ataupun pesawat terbang musuh.

Legenda TNI AL

Selepas Perang Dunia II, USS Bledsoe County bersama ratusan kapal perang lainnya menjadi bagian dari armada kapur barus (mothball fleet) yang nonaktif. Ketika pemerintahan Presiden Soekarno berusaha merebut Irian Barat, Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden John Fitzgerald Kennedy memberikan dukungan dengan menjual sejumlah peralatan militer, termasuk beberapa LST era Perang Dunia II yang menjadi bagian dari TNI AL, yakni KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Kao 504, dan KRI Teluk Tomini 508.

Mayor Bambang, salah seorang perwira Kolinlamil yang ditemui di KRI Teluk Langsa, awal April 2010, menceritakan tentang orisinalitas kapa-kapal bersejarah itu. ”Ini corong komunikasi dari bridge (anjungan) ke kamar mesin masih menggunakan pipa dan bukan radio seperti kapal militer masa kini. Jam, lonceng, instrumen, bahkan lambang kapal asli dari AS masih ada di beberapa kapal-kapal LST eks Perang Dunia II ini,” ujarnya.

Selain mandala Eropa dan Afrika, sejumlah LST lain pernah terlibat dalam operasi militer di mandala Pasifik bagian dari manuver Jenderal Douglas MacArthur. Saat berada di bawah TNI AL, KRI Teluk Tomini menggoreskan sejarah dalam rangkaian operasi, seperti Operasi Mandala (perebutan Irian Barat), Operasi Seroja (Timor Timur) dekade akhir 1970-an, Operasi Andhini Sakti (mengangkut bibit sapi impor dari Australia untuk dikembangkan di dalam negeri), rangkaian bantuan angkutan ke pulau-pulau terpencil, hingga pemulangan pengungsi pascajajak pendapat Timor Timur tahun 1999.

”Wah, waktu pemulangan pengungsi pascajajak pendapat, LST-LST tua ini sangat berjasa. Seluruh kapal dipenuhi pengungsi hingga 2.000 orang lebih. Bahkan, di anjungan tempat kapten mengemudi juga dipenuhi pengungsi. Persis seperti di dalam bus kota yang penuh sesak,” ujar Bambang.

Meski menggoreskan sejarah panjang dan penuh jasa, belum terdengar ada upaya melestarikan LST-LST tua itu sebagai museum terapung. ”Sudah didaftarkan untuk dilepas atau mungkin dibesituakan sejak tahun lalu,” kata Letkol Agus Cahyono.

Kolonel (Purn) Jean Rocher, mantan Atase Pertahanan Perancis untuk RI, mengaku terkejut mendengar masih ada LST yang pernah digunakan dalam ”D-Day” Normandia berada di Jakarta. ”Itu sangat menarik dan berharga bagi bangsa Perancis, Amerika, dan tentu saja Indonesia,” kata Rocher yang sedang menulis sejarah perang Napoleon di Pulau Jawa tahun 1811.

KOMPAS

Friday, May 28, 2010

Kapal PT PAL Ditawarkan ke Timor Leste

KRI Layang kapal patroli produksi PT. PAL. (Foto: oktafian)

28 Mei 2010, Jakarta -- Indonesia menawarkan kapal perang produksi PT PAL Surabaya untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Timor Leste.

Penawaran tersebut diungkapkan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso kepada Panglima AB Timor Leste Mayjen Taur Matan Ruak di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (26/5) lalu. “Panglima meminta Timor Leste mempertimbangkan pengadaan alat utama sistem persenjataan khususnya kapal perang dari produksi PT PAL Indonesia, ” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung dalam siaran persnya kepada harian Seputar Indonesia kemarin. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rencana kerja sama di bidang pendidikan khususnya Akademi Militer, Sekolah Staf dan Kamando Angkatan/TNI, Lemhanas dan Universitas Pertahanan (UNHAN).

SINDO

Memandirikan Industri Pertahanan

Panser Anoa produksi PT. PINDAD telah digunakan oleh TNI AD. Malaysia telah menandatangani kontrak pembelian Anoa dengan menggunakan mesin Mercedez. (Foto: ANTARA)

27 Mei 2010, Yogyakarta -- Departemen Pertahanan (Dephan) menjalin kerjasama dengan tiga kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran yakni UPN Veteran Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya.

Bentuk kerjasamanya adalah penelitian dan penyiapan industri pertahanan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Marsdya TNI Eris Harriyanto mengatakan, salah satu upaya membentuk kemandirian dalam industri pertahanan yakni pemerintah perlu menggandeng sejumlah perguruan tinggi. Alasannya, dari akademisi inilah diharapkan ada inovasi-inovasi baru di bidang industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) maupun sistem pertahanan. ”Target ke depan, Indonesia bisa memangkas impor alutsista dari luar negeri,”katanya di Kampus UPN Veteran, Yogyakarta, kemarin.

Soal bentuk kerjasama yang nantinya akan dibuat antara Dephan dengan UPN Veteran, kata Eris,masih akan dirumuskan lebih lanjut.Namun, dia berharap UPN bisa melakukan beberapa riset yang dibutuhkan, seperti pembuatan laras senapan ataupun rompi tahan peluru. Selama ini, laras senapan maupun rompi yang dimiliki militer Indonesia masih impor dari Polandia. ”Kami ingin bisa membuat laras sendiri dan rompi tahan peluru yang ringan sehingga tidak memberatkan ketika dipakai aparat TNI,”ungkapnya. Kerjasama serupa, kata dia, sudah pernah dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) maupun Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Hasilnya cukup positif, salah satunya mereka menyumbangkan riset untuk pembuatan baja tahan peluru yang digunakan untuk kendaraan Panser.

”Dengan ITB juga tengah membuat riset untuk alat peluncur rudal small engine,”urainya. Sementara Rektor UPN Veteran Yogyakarta,Didit Welly Udjianto mengutarakan, kerjasama yang memungkinkan dibangun antara UPN dan Dephan lebih kepada riset sistem pertahanan.Salah satu contohnya adalah penguatan daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil. Pihak UPN nantinya akan mengirimkan mahasiswa untuk kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah tersebut. ”Para mahasiswa KKN akan fokus mengupayakan pertumbuhan ekonomi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air warga di perbatasan,”paparnya.

SINDO

Boeing Receives 1st F-16 for Conversion into QF-16 Aerial Drone

(Photo: Boeing)

27 May 2010, JACKSONVILLE, Fla., -- The first retired F-16 Falcon arrived at Boeing's [NYSE: BA] Cecil Field facility in Jacksonville on April 22 to begin conversion into a QF-16 aerial drone. Boeing received a $69.7 million contract from the U.S. Air Force on March 8 for the first phase of the QF-16 program.

The Boeing-led team, which includes BAE Systems, will begin engineering, manufacturing and development of the full-scale manned and unmanned QF-16s during Phase 1. The drones will be used as aerial targets for newly developed weapons and tactics. They will be a higher-performing aircraft than the QF-4s they will replace.

The team will receive six F-16s during the program's development phase. After modification to the QF-16 configuration, they will serve as prototypes for engineering tests and evaluation prior to low-rate initial production. Up to 126 QF-16 drones will be converted beginning in 2014.

Boeing

Lockheed Martin Awarded Contract For Kuwait Air Force KC-130J Tankers

KC-130J. (Photo: worldwide-military.com)

27 May 2010, MARIETTA, Ga. -- Lockheed Martin [NYSE: LMT] has received a $245 million contract from the U.S. Government for the Foreign Military Sale of three KC 130J tanker aircraft to Kuwait. The program will be managed by the U.S. Navy.

The Kuwait Air Force’s new KC-130Js will provide aerial refueling for its F 18 fleet and augment its current airlift fleet of three Lockheed Martin L-100s. Kuwait’s KC-130Js also will perform air mobility, disaster relief and humanitarian missions throughout the world.

“We are proud to add yet another country to the growing worldwide C-130J community,” said Jim Grant, Lockheed Martin vice president for C-130 business development. “The combination of tanking and airlift missions yet again shows the tremendous versatility of this proven aircraft. KC-130Js have been used in high-tempo operations for the last five years and will provide Kuwait with an effective, efficient and reliable multi-mission capability.”

Kuwait’s first KC-130J delivery is scheduled for late 2013, with deliveries completed in early 2014. Using only wing and external tanks, the KC-130J has a 57,500 pound fuel offload capability. The KC 130J is configured to accept a fuselage tank, adding another 24,392 pounds of available fuel. The standard probe-and-drogue configuration of the KC 130J is suited for both fixed and rotary wing aircraft. In addition to aerial and ground refueling, the KC-130J has the same airlift capability as non-tanker variants — including airdrop and paradrop.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation reported 2009 sales of $45.2 billion.

Lockheed Martin Corporation

Latpratugas Satgas Unsur KRI Manlap di Laut Jawa


27 Mei 2010, Surabaya -- Latihan Pratugas Satgas Unsur KRI yang dibuka 26 April, selama tiga hari mulai 25 Mei hingga 27 Mei telah melaksanakan tahap akhir latihan yaitu menggelar manuvra lapangan (Manlap) di perairan Laut Jawa. Dalam manuver lapangan yang diikuti 9 unsur KRI dari berbagai jenis termasuk kapal selam dan 2 pesawat TNI AL tersebut, beberapa KRI telah melaksanakan penembakan meriam keliber 76 mm dan 57 mm di Pulau Gundul Semarang, serta penembakan anti udara dengan meriam kaliber 20 mm.

Latihan yang melibatkan 1091 personel dengan Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Yudo Margono tersebut, bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan personel satuan dan kesiapan alutsista dalam mewujudkan kesiapsiagaan operasional serta sasaran yang ingin dicapai terwujudnya pengetahuan dan keterampilan para peserta latihan dalam tugas pengamanan wilayah laut Indonesia.

Pelajaran yang dikembangkan dalam latihan ini, yaitu perencanaan dan pengendalian operasi laut dengan kekuatan satuan-satuan tugas, kemampuan bekerja sama dalam pengintaian, manuver dan penembakan terhadap sasaran (permukaan, bawah permukaan, udara dan darat), serta kemampuan kodal dan kerja sama taktis antar unsur berbagai jenis.

Sedangkan metoda latihan yang dilaksanakan meliputi klasikal (pembekalan, diskusi, dinamika role game, tactical floor game, tactical game) dan manuver lapangan. Sedangkan materi pembekalan sendiri yang diberikan meliputi, analisa daerah operasi, khususnya daerah perbatasan laut antara lain perairan Ambalat, Laut Sulawesi dan Laut Timor.

Materi lain yang diberikan adalah konvensi hukum laut internasional, peraturan pemerintah tentang ALKI, hukum HAM dan Humaniter, situasi keamanan terakhir di daerah perbatasan, teknik penghentian, penggeledahan dan pemeriksaan dan aturan pelibatan.

“Latihan manuver lapangan merupakan rangkaian kegiatan latihan pratugas unsur KRI Koarmatim dalam rangka menguji kesiapan dan kemampuan tempur serta profesionalisme prajurit, khususnya unsur-unsur yang akan diproyeksikan dalam operasi pengmanan perbatasan laut di wilayah timur.

Dispenarmatim

Kapal Perang AS Bersandar di Tanjung Perak

27 Mei 2010, Surabaya -- Seorang anggota US Navy siaga lengkap dengan senjata laras panjang, di atas kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Datangnya sejumlah kapal perang milik US Navy ke Surabaya tersebut, menyusul digelarnya latihan bersama (latma) TNI AL dan US Navy dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010). Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

Sejumlah anggota US Marine Corps (USMC), menyaksikan dua prajurit Korps Marinir yang melakukan pemeriksaan senjata, sesaat sebelum naik ke kapal perang US Navy, USS Tortuga Destroyer Squadron-31, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sisyem persenjataan kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

AL Korsel Gelar Latihan Anti Kapal Selam

28 Mei 2010 -- Kapal perang jenis korvet AL Korsel melakukan latihan anti kapal selam diperairan bagian Barat Taean Kamis (27/05). AL Korsel melakukan latihan anti kapal selam pertama sejak ditenggelamkannya korvet Cheonan oleh torpedo Korut. (Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

(Photo: Getty Images)

(Foto: AP)

Berita HanKam

Thursday, May 27, 2010

Return to service of the Collins Class submarine, HMAS Dechaineux

First lines are thrown as HMAS Dechaineux arrives at Fleet Base West, HMAS Stirling, Western Australia.

24 May 2010 -- Greg Combet, Minister for Defence Materiel and Science, today welcomed the successful return to service of the Collins Class submarine, HMAS Dechaineux.

“The successful return to service of Dechaineux shows efforts to improve material availability of Navy’s submarine force are paying off,” said Mr Combet.

HMAS Dechaineux has recently completed its first Full Cycle Docking at the Adelaide yard of its builder, ASC Pty Ltd.

Full Cycle Docking is the major recertification and upgrade docking for the submarines. Dechaineux is the fourth submarine to complete this upgrade and arrived today in its home port of Fleet Base West, Western Australia after an intensive sea trials period to prove its systems.

“The Government has been working to improve the level of submarine availability. To help provide an increased focus and scrutiny of the submarine sustainment program the Government formed the Australian Submarine Program Office (ASPO) earlier this year.

"The return of HMAS Dechaineux is an important step in the improvements Navy, DMO and ASC are making to submarine availability through the ASPO.

“I also acknowledge the US Navy’s strong support in the development of capability upgrades for both our submarine forces.

Australian DoD

Koarmabar Tangkap 4 Kapal Ikan Vietnam

Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak, Kolonel Laut (P) Parno (kanan), didampingi Komandan KRI Kala Hitam-828, Mayor Laut (P) Tubagus Budi Wachyudi, melihat peta patroli Operasi Taring Pari BKO Guskamlabar di KRI Kala Hitam-828 yang sedang berada di Perairan Kapuas, Kalbar, Kamis (27/5). KRI Kala Hitam-828 berhasil menangkap Kapal Layar Motor (KLM) Ratu Pantai yang membawa muatan ballpress berupa 1100 bal pakaian bekas dan 300 lembar kasur yang tidak dilengkapi dokumen yang sah, saat sedang melintas di Perairan Natuna. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)

27 Mei 2010, Jakarta -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pati Unus-384 dijajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil mengamankan empat kapal ikan asing berbendera Vietnam saat sedang melaksanakan Operasi Alur Pari-10 di Perairan pulau Natuna Besar.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Armabar Letkol Laut (KH) DRS Supriyono di Markas Komando Koarmabar Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (27/5).

Dikatakan Kadispen, keempat kapal Vietnam tersebut bernama BV 90234 TS berbobot 80 GT jenis kapal ikan asing yang dinahkodai Mr Nyang Nhan, dengan anak buah kapal 10 orang, BV 90240 TS berbobot 40 GT jenis kapal ikan asing dinahkodai MrTeung, ABK 4 orang, dan BV 0846 TS berbobot 80 GT dinahkodai Mr Thach dengan anak buah kapal 9 orang serta BV 0089 TS berbobot 40 GT nahkoda Mr Be dengan ABK 5 orang.

Keempat kapal tersebut dihentikan dan diperiksa KRI Pati Unus-384 pada posisi 04 28 30 U – 106 38 80 T saat sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di ZEEI di sekitar perairan pulau Natuna Besar.

Dari hasil pemeriksaan diketahui keempat kapal yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia itu tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah dan masing-masing kapal yaitu BV 90234 TS telah menangkap ikan campuran kurang lebih 50 Kg, BV 90240 TS 50 kg, serta BV 0846 TS 100 kg.

Untuk proses hukum lebih lanjut keempat kapal tersebut dikawal menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai.

Dispenarmabar/POS KOTA

Marinir Diangkut USS Tortuga Dalam Persiapan Latma NEA 2010

27 Mei 2010, Surabaya -- Seorang anggota US Marine Corps (USMC) memeriksa senjata milik prajurit Korps Marinir, sesaat sebelum naik ke kapal perang US Navy, USS Tortuga Destroyer Squadron-31, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Korps Marinir dan USMC menggelar latihan bersama (latma) dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010) di Situbondo dan Banyuwangi. Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

Seorang anggota US Marine Corps (USMC) siaga di samping tangga kapal perang US Navy, USS Tortuga Destroyer Squadron-31, saat 200 prajurit Korps Marinir menaiki tangga kapal, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

USS Tortuga kapal keenam jenis Dock Landing Ship kelas Whidbey Island, dibangun di galangan kapal Avondale, New Orleans. (Foto: Tortuga)


Open Ship USS Vandegrift FFG-48 di Tanjung Perak

27 Mei 2010, Surabaya -- Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sistem persenjataan kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Open ship tersebut digelar dalam rangka latihan bersama (latma) TNI AL dan US Navy dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010). Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sistem menurunkan sauh kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

USS Vandegrift FFG-48. (Foto: navsource.org)

Indonesia Welcomes Task Group for Naval Engagement Activity

(Photo: ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/10)

Surabaya -- More than 100 officers and band members from Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL) welcomed USS Tortuga (LSD 46), USS Vandegrift (FFG 48), USNS Salvor (T-ARS 52) and the U.S. Coast Guard cutter Mellon (WHEC 717) to Indonesia for the 16th annual Naval Engagement Activity (NEA) exercise May 26.

The exercise, part of the series of bilateral exercises known as Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT), contributes to regional maritime security by enhancing capabilities in areas such as interdiction, information sharing, anti-piracy and anti-smuggling.

Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL) Navy Rear Adm. Among Margono, commander of the Eastern Fleet Command, began the exercise by welcoming the U.S. military at the NEA Indonesia 2010 Opening Ceremony.

"I would like to thank all of you, especially Rear Adm. Nora Tyson, for her help in these exercise efforts," said Margono. "I strongly believe that NEA 2010 will be a fruitful experience for all participants."

The U.S. Navy and TNI-AL have collaborated on major activities in the recent past; mainly in humanitarian assistance and disaster relief operations following the Dec. 2004 tsunami in Sumatra, and following a major earthquake in Padang September 2009.

Capt. Richard L. Clemmons, commodore of Task Group 73.1, explained why the partnership between the United States and Indonesia is paramount to success in Southeast Asia.

"Naval Engagement Activity Indonesia plays an important role in our Navy's Maritime Strategy of building global partnerships," said Clemmons. "NEA is a great opportunity to build upon our pre-existing relationship with our Indonesian counterparts and to learn from each other what can be accomplished through our combined efforts."

Training events held during NEA in Indonesia include search and rescue, flight deck familiarization, boarding exercises, medical and dental activities, an amphibious landing, salvage exercises as well as community service projects and performances by the U.S. 7th Fleet band Orient Express.

"The events planned for our NEA phase in Indonesia will help to promote our interoperability and foster better relationships with our Indonesian partners," said Clemmons.

CARAT 2010 features six original partner nations, Brunei, Malaysia, Philippines, Singapore and Thailand, plus Indonesia (where the exercise is called NEA). For 2010, two new CARAT participants include Cambodia and Bangladesh. The total number of forces scheduled to participate in the exercise include approximately 18,000 U.S. and partner nation personnel, 50 aircraft and 73 ships.

NAVY.mil

Brunei Hibahkan Dua Kapal Patroli

(Foto: Brunei Darussalam MoD)

27 Mei 2010, Bandar Seri Begawan -- Untuk mengeratkan hubungan baik yang sudah terjalin selama ini, dan memahami kebutuhan Indonesia, Brunei menghibahkan dua kapal patroli kepada TNI AL. Brunei juga menyatakan akan mempertimbangkan pembelian produk industri pertahanan Indonesia, seperti pesawat patroli dan senapan serbu.

Hal itu disepakati dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke negara tetangga ASEAN di ujung utara Borneo ini, 24-25 Mei. Sjafrie menandatangani kesepakatan di atas bersama mitranya, Wakil Menteri Pertahanan Brunei Pehin Mohammad Yasmin Umar, di ibu kota Bandar Seri Begawan.

Dua kapal patroli yang dihibahkan Brunei merupakan Kelas Waspada, yakni KDB (Kapal Diraja Brunei) Waspada dan KDB Pejuang. Kapal yang dibuat oleh galangan Vosper Thornycroft Singapura tahun 1978-1979 ini dikategorikan sebagai kapal patroli berpeluru kendali. Memiliki bobot 210 ton, KDB Waspada memiliki dua tabung peluncur rudal antikapal Exocet MM-38, meriam antipesawat 30 mm buatan Oerlikon, dan dua senapan mesin kaliber 7,62 mm yang dimutakhirkan pada 1990-an.

”Kita sekarang perlu mempersiapkan kapan dan bagaimana kedua kapal patroli tersebut dapat dialihkan ke Indonesia,” ungkap Sjafrie ketika membahas cara memindahkan kedua kapal yang masing-masing membutuhkan sekitar 40 awak itu bersama dengan perwira TNI AL yang menyertai lawatannya.

Mengomentari hibah Brunei, Wamenhan RI menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan wujud ketulusan Brunei dalam menjalin persahabatan dengan RI. Brunei bahkan menyatakan akan mempertimbangkan serius penambahan pesawat patroli CN-235.

KOMPAS

Latma Teak Iron 10-1 Ditutup

27 Mei 2010, Semarang -- Danpuspenerbad Brigjen TNI Nabris Haska (tengah), bersama Komandan Skadron 11/Serbu, Letkol Cpn Johni Prastowo (kiri), berbincang dengan instruktur penerbang Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari 6th Special Operations Squadron, Mayor Donahue (kanan), usai upacara penutupan Latihan Bersama (Latma) Teak Iron 10-1, di Appron Skadron-11/Serbu, di Lanumad Ahmad Yani, di Semarang, Jateng, Kamis (27/5). Dalam latihan yang telah berlangsung selama 25 hari itu para peserta latihan antara lain dilatih kemampuannya untuk melaksanakan kerjasama dibidang penerbangan untuk menghadapi tuntutan tugas dimasa mendatang. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/10)

Danpuspenerbad Brigjen TNI Nabris Haska (kiri), berbincang dengan instruktur penerbang Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari Special Operations Squadron ke-6, Mayor Donahue (kanan). (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/10)


Sejumlah prajurit Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari Special Operations Squadron ke-6 dan prajurit TNI AD dari Korps Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) berbaris pada Upacara Penutupan Latihan Bersama (Latma) Teak Iron 10-1. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/10)

Wednesday, May 26, 2010

Lockheed Martin Delivers First U.S. Air Force Advanced EHF Satellite

Shown here is the first Advanced Extremely High Frequency (AEHF) military communications satellite completed and ready for shipment from Lockheed Martin's facilities in Sunnyvale, Calif. to Cape Canaveral Air Force Station, Fla.

25 May 2010, SUNNYVALE, Calif., -- Lockheed Martin [NYSE: LMT] has delivered the first satellite in the Advanced Extremely High Frequency (AEHF) program to Cape Canaveral Air Force Station, Fla., where it will be prepared for a July 30 liftoff aboard an Atlas V launch vehicle. The AEHF system will provide the U.S. military and national leaders with global, protected, high capacity and secure communications.

“Shipment of the first AEHF satellite is testimony to a strong government and industry partnership focused on achieving total mission success on this vitally important program,” said Col. Michael Sarchet, commander of the Protected Satellite Communications Group at the U.S. Air Force’s Space and Missile Systems Center. “AEHF will play an integral role in our national security space architecture, and we look forward to providing this new capability to the warfighter.”

The AEHF system is the successor to the five-satellite Milstar constellation and will provide significantly improved global, highly secure, protected, survivable communications for all warfighters serving U.S. national security. The governments of Canada, The Netherlands, and the United Kingdom participate in the AEHF program as international partners and will have access to the communications capability of AEHF.

A single AEHF satellite will provide greater total capacity than the entire Milstar constellation currently on-orbit. Individual user data rates can be up to five times higher than Milstar’s highest speed. The faster data rates will permit transmission of tactical military communications, such as high-quality real-time video and quick access to battlefield maps and targeting data.

“Lockheed Martin is extremely proud of this significant program milestone,” said Mike Davis, Lockheed Martin’s AEHF vice president. “This satellite will provide substantially improved protected communications capabilities for the warfighter, and we look forward to achieving mission success for our customer.”

The second AEHF spacecraft (SV-2) has completed Final Integrated System Test which verified all spacecraft interfaces, demonstrated full functionality and evaluated satellite performance and is now preparing for Intersegment testing to ensure the spacecraft is ready for flight. The third AEHF satellite, SV-3, has completed acoustic testing, one of several critical environmental tests that validate the overall satellite design, quality of workmanship and survivability during space vehicle launching and on-orbit operations. SV-2 and SV-3 are on track for launch readiness in 2011.

The AEHF team is led by the U.S. Air Force Military Satellite Communications Systems Wing at the Space and Missile Systems Center, Los Angeles Air Force Base, Calif. Lockheed Martin Space Systems Company, Sunnyvale, Calif., is the AEHF prime contractor and system manager, with Northrop Grumman Aerospace Systems, Redondo Beach, Calif., as the payload provider.

“Assured communications for our military services is absolutely essential wherever they may be deployed,” said Stuart Linsky, vice president, Satellite Communications, for Northrop Grumman. “Capabilities provided by AEHF will give more warfighters access to the protected communications they need.”

Lockheed Martin is currently under contract to provide three AEHF satellites and the Mission Control Segment. The program has begun advanced procurement of long-lead components for a fourth AEHF satellite.

Headquartered in Bethesda, Md., Lockheed Martin is a global security company that employs about 136,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation reported 2009 sales of $45.2 billion.

Lockheed Martin

Menhan RI Menerima Kunjungan Panglima AB Timor Leste

Anggota AL Timor Leste berlatih menembak dengan senapan M14 diatas geladak kapal perusak kawal rudal kelas Arleigh Burke USS Lassen (DDG 82), Rabu (28/1). Latihan diadakan saat Lassen berkunjung ke Dili. (Foto: US Navy/ Mass Communication Specialist 2nd Class Brock A. Taylor)

26 Mei 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (26/5) menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste Mayjen Taur Matan Ruak di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Dalam kunjungan ini dibicarakan beberapa hal terkait tentang peningkatan hubungan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara.

Panglima AB Timor Leste menyampaikan bahwa Kemhan Timor Leste sudah menerima dan sedang mempelajari draf MoU kerjasama pertahanan kedua negara. Melalui MoU tersebut, pemerintah Timor Leste percaya bahwa hubungan kerjasama pertahanan kedua negara akan terus meningkat.

Saat ini, menurut Panglima AB Timor Leste, Angkatan Bersenjata Timor Leste telah merasakan adanya peningkatan dan perkembangan yang baik dari hubungan kerjasama yang dijalin antara Angkatan Bersenjata Timor Leste dengan TNI.

Panglima AB Timor Leste lebih lanjut berharap, agar kerjasama tersebut dapat terus ditingkatkan, terutama kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan. Angkatan bersenjata Timor Leste percaya bahwa TNI akan memberikan dukungan dan peluang yang lebih luas kepada tentara Angkatan bersenjata Timor Leste untuk mengikuti pendidikan di Indonesia.

Disamping itu Panglima AB Timor Leste juga berharap adanya dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Kemhan untuk kerjasama di bidang maritime security dan keamanan perbatasan darat kedua negara.

Terakhir, dalam kesempatan tersebut Panglima AB Timor Leste menyampaikan harapannya kepada Menteri Pertahanan untuk memberikan dukungannya terhadap peningkatan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata.

Sementara itu, menanggapi Panglima AB Timor Leste, Menhan menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemhan RI sangat senang dapat melakukan kerjasama dengan pemerintah Timor Leste, karena kedua negara adalah bersaudara dan bersahabat. Menurut Menhan, persahatan yang telah dirintis oleh pimpinan kepala negara dari kedua negara di masa lalu tentunya perlu untuk terus dilanjutkan.

Menhan berharap, kedepan kerjasama kedua Angkatan bersenjata dapat terus ditingkatkan lebih baik lagi. “Pada dasarnya Kemhan RI akan mendukung kerjasama yang dilakukan oleh kedua Angkatan Bersenjata, karena Kemhan RI berpegang teguh pada semangat persaudaraan diantara kedua negara”, ungkap Menhan RI.

Saat menerima Panglima AB Timor Leste, Menhan didampingi Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI M. Nasrun dan Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio. Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste didampingi Dubes Timor Leste di Jakarta dan beberapa perwira AB Timor Leste.Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rasyid Qurnaen Aquary dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Aslizar Tanjung.turut serta dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan Panglima AB Timor Leste kepada Menhan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya kepada Panglima TNI yang merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Panglima TNI ke Timor Leste yang dilakukan beberapa bulan yang lalu. Kunjungan ini juga dimaksudkan dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua angkatan bersenjata.

DMC

Saab Develops Future Avionics System for Gripen


25 May 2010 -- Defence and security company Saab has received an order from the Swedish Defence Materiel Administration (FMV) to develop an avionics system for the Swedish Armed Forces' Gripen aircraft. The order value amounts to MSEK 450, divided over 2 years.

The order means that work will begin on a new avionics system, including new computers and displays, which will enter into service 10 years from now.

"Gripen is under continuous development. Computers with the best performance possible today will be viewed as inadequate for the tasks facing Gripen in ten years, when the aircraft must remain modern for a further twenty years. Few high-tech products have a service life as long as Gripen," says Lennart Sindahl, Vice President at Saab and head of the Aeronautics business area.

The new avionics system will enhance Gripen's capacity to handle large quantities of complex information with different security classification levels. A new avionics system also makes it possible in the future to introduce new sensors that require altered system architecture.

Saab serves the global market with world-leading products, services and solutions ranging from military defence to civil security. Saab has operations and employees on all continents and constantly develops, adopts and improves new technology to meet customers’ changing needs.

saabgroup.com

Raider Gelar Simulasi Penanggulangan Teroris

Pasukan Raider Kodam Iskandar Muda melakukan penyergapan membebaskan salah seorang pejabat yang disandera kelompok teroris saat latihan anti teror di Desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (25/5). Latihan anti teror tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit TNI dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dalam negeri maupun luar negeri. (Foto: ANTARA/Ampelsa/Koz/nz/10)

26 Mei 2010, Banda Aceh -- Pasukan Raider Yonif 112/DJ Kompi Senapan A Kodam Iskandar Muda (IM), Selasa (25/5) siang, membebaskan tiga pejabat Aceh dari tawanan kelompok teroris. Enam dari kelompok teroris yang menyandera tiga pejabat Aceh saat berada di Studio Aceh TV, Gampong Geu Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar itu, berhasil dilumpuhkan.

Misi penyelamatan sandera itu diperlihatkan satu Kompi Raider Yonif 112/DJ Kodam IM, saat menggelar simulasi di Jalan Mate Ie, Geu Gajah, Aceh Besar, kemarin siang. Danyonif 112/DJ Letkol Inf Kosasih mengatakan, misi penyelamatan sandera yang dipertunjukkan dalam simulasi itu melibatkan satu Kompi pasukan Raider Yonif 112/DJ Kompi Senapan A. Latihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pasukan Raider. Selain itu, tujuan pelaksanaan simulasi tersebut sebagai tindakan mengantisipasi bila dibutuhkan bantuan dari Pasukan Raider, jika kelompok teroris kembali beraksi di Aceh. Didampingi oleh Pabandya Ops Kodam IM Letkol Inf Novi Helmi, Danyonif 112/DJ itu menyebutkan, kemampuan yang dimiliki Raider, tidak dimiliki prajurit TNI umum lainnya. Sehingga simulasi tersebut dinilai perlu dilakukan rutin agar fisik dan kemampuan kesiapsiagaan itu selalu terjaga.

Pasukan Raider Kodam Iskandar Muda memembebaskan salah seorang pejabat yang disandera kelompok teroris saat latihan anti teror. (Foto: ANTARA/Ampelsa/Koz/nz/10)

Diceritakan, skenario simulasi penyelamatan sandera siang itu, diawali dengan pemberian perintah dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Hambali Hanafiah. Pasukan langsung diterjunkan setelah menerima instruksi penyelamatan sandera. “Karena tidak semua pasukan memiliki kemampuan yang sama. Jadi, usaha memelihara kemampuan pasukan Raider ini perlu terus dilakukan. Intinya, kapan pun dan dalam situasi bagaimanapun kami siap diperintahkan untuk melaksanakan tugas, untuk menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Letkol Inf Kosasih.

Pantauan Serambi, dua sesi simulasi penyelamatan sandera tersebut berlangsung lancar dalam waktu relatif singkat. Sebagian besar masyarakat sangat antusias melihat aksi penyelamatan sandera tersebut, meski sebelumnya sempat membuat warga kaget karena mendengar suara tembakan dari senjata yang menggunakan peluru hampa itu.

Serambi News

TNI AL Latihan Bersama TNI AL Amerika

USS Tortuga (LSD-46). (Foto: navsource.org)

26 Mei 2010, Surabaya -- TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat dari jajaran US Pacifik Command (USPACOM) akan mengelar latihan bersama. Latihan bersama (Latma) yang diberi bertajuk 'Latma Naval Engagement Activity(NEA).

Latihan ini di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya, Lamongan, dan Situbondo.

Latihan bersama digelar mulai tanggal 26 Mei-1 Juni 2010 dan dibuka Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Among Margono, Rabu (26/5/2010).

Pihak Amerika Serikat hadir Commander Task Force (CTF) 73 Real Admiral Nora W. Tyson, Konsulat Amerika Serikat di Surabaya dan didampingi beberapa staf serta sekitar 100 personel Angkatan Laut Amerika Serikat.

Personel TNI AL yang akan terlibat dalam latihan bersama ini adalah Koarmatim, Lantamal V, Pasmar 1, Puspenerbal, Kobangdikal, Akademi Angkatan Laut (AAL) dan RSAL berjumlah 965 personel.

Dalam Latihan bersama ini, Angkatan Laut Amerika Serikat datang ke Surabaya dengan empat kapal perang yaitu USNS Salvor, USS Tortuga, USS Vandegrift, dan USCG Mellon yang bersandar di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak.

Sesuai jadwal latihan yang berlangsung selama 6 hari ini akan menggelar beberapa materi seperti demonstrasi penggunaan centrix (Combined Enterrise Regional Information Exchange Sistem) di USS Tortuga, simposium kesehatan, simposium udara, training penyelaman, simposium perencanaan operasi Amfibi, latihan kamla, serta training marinir di Karang Tekok, Situbondo, Banyuwangi.

Kegiatan lain yang adalah digelarnya kolaborasi pentas musik antara band TNI AL dan US Navy. Kolaborasi pentas musik digelar di tiga tempat, yaitu di Cito Mall pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 13.00-16.00 WIB, di Super Mall Pakuwon PTC (Pakuwon Trade Centre) pada tanggal 29-30 Mei 2010 pukul 18.00-21.00 WIB dan di SMU 5 Surabaya pada tanggal 31 Mei 2010 pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

Dalam rangka latihan bersama ini, pihak Angkatan Laut Amerika Serikat juga akan melaksanakan Open Ships yang memberikan kesempatan kepada masyarakat Surabaya, khususnya para siswa SMU untuk mengunjungi kapal-kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat yang bersandar di Dermaga Jamrud Tanjung Perak. Kunjungan pada tanggal 27 Mei 2010 mulai pukul 09.00-13.00 WIB.

Penarmatim/detikSurabaya

Kobangdikal Luluskan 10 Pilot TNI-AL


25 Mei 2010, Surabaya -- Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (AL) meluluskan 10 orang pilot baru yang mengikuti program Pendidikan Penerbangan TNI-AL.

Kelulusan siswa Pendidikan Penerbangan TNI-AL itu dilakukan melalui upacara militer di Base Operasional Juanda, Surabaya, Selasa.

Dalam upacara itu juga diwarnai dengan pengukuhan Lettu Laut (P) Roby Lisa sebagai lulusan terbaik. Putra pasangan Serma Marinir (Purn) H. Basuki dan Hj. Sumiati itu mendapatkan kehormatan penyematan brevet "wing" udara dari Komandan Kobangdikal Laksaman Mudda TNI Sumartono.

Sementara itu, kesembilan lulusan lainnya mendapat penyematan brevet dari orang tuanya masing-masing yang dihadirkan dalam upacara tersebut.

Dankobangdikal menjamin para pilot itu mampu menerbangkan pesawat udara TNI-AL dengan kualifikasi kapten pilot untuk pesawat berat dan co-pilot untuk pesawat sedang dan ringan dalam tugas pokok penerbangan TNI-AL.

Sumartono juga menekankan seluruh mantan siswa, dengan berakhirnya salah satu jenjang pendidikan ini untuk senantiasa meningkatkan dedikasi, loyalitas, dan profesionalitas di bidang penerbangan.

"Satu jenjang pendidikan telah dilalui, namun bukan berarti berhenti belajar. Kesempatan ini harus jadi cambuk untuk lebih menyiapkan diri menghadapi tugas-tugas yang semakin berat," kata jenderal bintang dua itu.

Upacara penutupan pendidikan penerbang yang dikenal sebagai "Wingday" itu dihadiri pula Komandan Pusat Penerbangan TNI-AL Laksamana Pertama TNI H. Sipahutar, Wakil Komandan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir P. Verry Kunto G., Komandan Kodikopsla Laksamana Pertama TNI Totok Permanto, dan pejabat teras Kobangdikal lainnya.

ANTARA Jatim

Kasad TNI Terima Kunjungn Kasad Singapura

26 Mei 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Darat Singapura, Brigadir Jenderal Chan Chun Sing beserta rombongan di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (26/5).

Kunjungan kehormatan itu diawali dengan upacara penghormatan militer dilanjutkan perkenalan dengan pejabat teras TNI AD di halaman depan Markas Besar Angkatan Darat.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kunjungan Kasad Singapura Brigadir Jenderal Chan Chun Sing ke Markas Besar Angkatan Darat.

Menurutnya, kunjungan yang dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban ini tentunya sangat bermanfaat bagi semua, khususnya dalam menjalin persahabatan dan kerjasama antara kedua Angkatan Darat.

Kasad mengharapkan, melalui kunjungan ini adan pertukaran informasi dan terbukanya dialog dalam berbagai hal, sehingga akan menambah wawasan serta pengetahuan para perwira kedua Angkatan Darat.

“ Komunikasi dan interaksi positif yang telah terbangun dengan baik selama ini, dapat terus dipupuk dan dikembangkan, melalui berbagai acara dan kegiatan, sehingga dapat terwujud ikatan bathin yang kuat. Sekaligus mendatangkan manfaat yang besar bagi kemajuan kerjasama Angkatan Darat Singapura dan Indonesia “, kata Kasad.

Kasad menambahkan, momentum ini tidak hanya berhenti pada saat kunjungan semata, namun dapat dikembangkan oleh para perwira yang akan melanjutkan kerja sama yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi melalui komunikasi yang intensif dan berkesinambungan, agar terwujud kerjasama yang kokoh antara Angkatan Darat Singapura dan Indonesia.

Kasad Singapura selain melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Kasad Jenderal TNI George Toisutta, juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan RI , Panglima TNI, Panglima Kostrad dan Komandan Jenderal Kopassus.

Kunjungan Kehormatan Kasad Singapura di Indonesia ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 26 Mei 2010.

Pen AD/POS KOTA